Louis van Gaal dianggap sebagai pelatih yang tak hobi mengorbitkan atau
memberdayakan pemain binaan akademi klub. Akibat hal ini, mantan pelatih
Timnas Belanda itu pun dinilai sebagai sosok perusak tradisi Manchester
United dan gemar menghabiskan banyak uang.
Stigma ini muncul menyusul keputusan Van Gaal yang melepas Danny Welbeck ke Arsenal pada jendela transfer musim panas lalu. Padahal, diketahui bahwa Welbeck merupakan pemain binaan akademi United.
Sama halnya dengan Welbeck, Tom Cleverley juga menjadi korban dari revolusi ‘si Tulip Bertangan Besi’. Bedanya, bila Welbeck dilepas secara permanen, Cleverley dilepas dengan status pinjaman di Aston Villa.
Peran kedua pemain tersisihkan menyusul kedatangan sejumlah nama besar pada periode Juni-Agustus lalu. United sendiri menghabiskan 172,3 juta Pounds atau sekitar Rp3,26 triliun untuk melabuhkan sejumlah nama, di antaranya: Luke Shaw, Ander Herrera, Marcos Rojo, Radamel Falcao, Angel di Maria, dan Daley Blind.
Akan tetapi sang pelatih menepis berbagai tudingan miring tentangnya itu dan menegaskan bahwa ia begitu mengapresiasi pemain muda berkualitas. Van Gaal menambahkan, ia juga mengaku terkesan dengan lulusan akademi Setan Merah yang melegenda, Class of 1992.
“Bagi saya, uang tidak mengatakan apa-apa. Saya lebih mengutamakan kualitas pemain. Saya menyebut pemain muda sebagai penjaga generasi klub. Setiap pemain muda yang datang merupakan wakil sebab dia belajar banyak budaya klub sejak kecil,” tegas Van Gaal, seperti dilansir Mirror, Minggu (21/9/2014).
“Class of 92’ merupakan penjaga budaya klub dan sangat penting bagi Manchester United karena memiliki mereka. Oleh sebab itu, Anda perlu pembinaan remaja yang sangat baik,” tutup pelatih yang sempat menukangi sejumlah klub elite Eropa itu.
Stigma ini muncul menyusul keputusan Van Gaal yang melepas Danny Welbeck ke Arsenal pada jendela transfer musim panas lalu. Padahal, diketahui bahwa Welbeck merupakan pemain binaan akademi United.
Sama halnya dengan Welbeck, Tom Cleverley juga menjadi korban dari revolusi ‘si Tulip Bertangan Besi’. Bedanya, bila Welbeck dilepas secara permanen, Cleverley dilepas dengan status pinjaman di Aston Villa.
Peran kedua pemain tersisihkan menyusul kedatangan sejumlah nama besar pada periode Juni-Agustus lalu. United sendiri menghabiskan 172,3 juta Pounds atau sekitar Rp3,26 triliun untuk melabuhkan sejumlah nama, di antaranya: Luke Shaw, Ander Herrera, Marcos Rojo, Radamel Falcao, Angel di Maria, dan Daley Blind.
Akan tetapi sang pelatih menepis berbagai tudingan miring tentangnya itu dan menegaskan bahwa ia begitu mengapresiasi pemain muda berkualitas. Van Gaal menambahkan, ia juga mengaku terkesan dengan lulusan akademi Setan Merah yang melegenda, Class of 1992.
“Bagi saya, uang tidak mengatakan apa-apa. Saya lebih mengutamakan kualitas pemain. Saya menyebut pemain muda sebagai penjaga generasi klub. Setiap pemain muda yang datang merupakan wakil sebab dia belajar banyak budaya klub sejak kecil,” tegas Van Gaal, seperti dilansir Mirror, Minggu (21/9/2014).
“Class of 92’ merupakan penjaga budaya klub dan sangat penting bagi Manchester United karena memiliki mereka. Oleh sebab itu, Anda perlu pembinaan remaja yang sangat baik,” tutup pelatih yang sempat menukangi sejumlah klub elite Eropa itu.

Posting Komentar